saat ini, saya terbaring di sebuah rumah sakit di bilangan jakarta barat. tidak, jangan berpikir yang macam-macam, saya tidak sakit. fisik saya sangat kuat, bahkan terlampau kuat untuk dikatakan lemas dan sakit.
saya tidak tahu mengapa ada penyakit di dunia ini, maksudnya mengapa ada penyakit yang tidak bisa di sembuhkan. saya percaya semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan Tuhan. lalu, apakah penyakit juga Tuhan yang ciptakan? sungguh saya tidak tahu, tapi bisa jadi ya… mengapa Tuhan mengizinkan penyakit itu ada? saya tidak mau membuat anda yang membaca tulisan ini menjadi berpikiran negatif kepada Tuhan, justru saya ingin anda semua tahu bahwa Tuhan menciptakan penyakit juga ada alasannya…
kalau di pikirkan secara logika, mana ada penyakit yang baik?
kalau dipikirkan secara logika, untuk apa ada penyakit di dunia ini?
tapi logika manusia sungguh terlalu cetek untuk mencoba menjawab seluruh rahasia Allah.
saya membaca artikel disebuah website rohani, disana dikatakan bahwa : Sakit penyakit telah mengganggu manusia sejak Allah mengusir Adam dan Hawa dari Taman Eden (bdg. Kej. 2:19). Orang Ibrani percaya bahwa penyakit disebabkan oleh dosa dalam seseorang, yang harus dihukum oleh Tuhan (Kej. 12:17; Ams. 23:29-32), oleh dosa orang tua seseorang (II Sam. 12:15); atau karena diperdayakan oleh Iblis (Mat. 9:34; Luk. 13:16).
saya tidak mau sok tahu dengan membahas hal ini lebih jauh, karena mungkin akan membuat distorsi bagi para pembaca. namun yang bisa saya simpulkan dari artikel tersebut adalah, Tuhan tidak pernah dengan sengaja memberikan penyakit kepada anak-anakNya. ayah dan ibu kita di dunia saja nggak akan tega ngasih kita ngebiarin kita sakit, kalau kita punya salah. apalagi Tuhan kita? tapi kenapa kok Tuhan ngebiarin anakNya kena penyakit? yang saya alami, saya merasa Tuhan ingin melihat iman dan kepercayaan saya kepadaNya, ketika saya diberikan penyakit ini.
saya di diagnosis oleh dokter mengidap penyakit hepatitis B sedari saya berumur 4 tahun, awalnya saya tidak notice sama sekali tentang penyakit ini, bahkan saya merasa tidak punya penyakit yang fatal, sampai saya beranjak dewasa dan mulai mencari tahu tentang penyakit ini. suatu fakta yang sangat mengejutkan saya bahwa penyakit yang saya idap ini merupakan penyakit menular, berbahaya, dan sejujurnya memalukan.
saya menangis, berteriak kepada Tuhan, bertanya mengapa itu semua terjadi pada saya, doa demi doa saya lantunkan dan saya panjatkan, saya terus bertanya kepada Tuhan, mengapa. setiap saya berteriak kepadaNya, entah energi dari mana datang dan menenangkan saya. setiap saya gusar mengenai penyakit ini, saya kembali kepada Tuhan yang menciptakan saya, dan meminta kekuatan yang ekstra untuk membantu saya dalam menghadapi penyakit ini. sungguh, Janji Tuhan tidak pernah teringkar, sampai saat ini, saya kuat menerima kenyataan ini, karena Dia, Tuhan yang menciptakan saya lah yang memberi kekuatan itu.
ketika saya menuliskan post ini, saya membuka beberapa artikel ke-Kristenan, dan saya mendapatkan artikel ini:
Apakah Anda termasuk anak Allah yang terkasih tetapi tertimpa penyakit dan menderita? Ingatlah bahwa Bapa tetap tahu yang terbaik… Buah anggur harus dihancurkan sebelum kita dapat membuat anggur. Tanpa dipetik hingga mengeluarkan suara yang melengking, biola tak akan menghasilkan musik. Gandum harus ditumbuk hingga halus untuk membuat roti. Kita mungkin tidak mengerti apa yang dilakukan Allah saat ini, tetapi suatu hari kelak kita akan memahami dan menjadi serupa dengan Dia (Broken Things, Discovery House Publishers, 1988, hal. 44, 91).
sungguh artikel ini membangkitkan semangat saya. saya memang tidak mengerti apa yang dilakukan Allah saat ini dalam kehidupan saya, bahkan dengan penyakit yang saya derita ini, tetapi suatu hari kelak saya yakin akan memahami hal itu, dan saya akan menjadi serupa dengan Dia.
organ didalam tubuh saya mungkin saja sakit, namun saya percaya bahwa Tuhan saya bisa memberikan kesembuhan yang jauh luar biasa, karena dengan bilur-bilurNya, saya sudah sembuh. sungguh saya sungguh heran, saya ini kan manusia biasa yang berdosa, bahkan unruk sehat sebenarnya saya tidak layak, tapi dengan apa yang saya alami sampai saat ini, saya tak habis pikir saya bisa merasakan berkat Tuhan yang sungguh luar biasa.
saya bersyukur kepada Allah, Bapa Yang Maha Kudus, ditengah ketidakberdayaan saya, Dia datang memampukan segalanya menjadi baik.
Tuhan, saya mau setia kepadaMu dalam setiap kegerakan yang saya lakukan…